Mei 04, 2009

BETERNAK BABI SISTEM KOREA DAN FENOMENA FLU BABI

Sungguh Allah menciptakan dunia ini dengan baik, tiada cacat satu apapun. Dia menciptakan semuanya baik, sehat walafiat , tiada satupun yang cacat dan sakit, termasuk ternak babi (Kej 1:31). Adam dan Eva yang ditugaskan Allah untuk mengolah taman Eden Allah, lihat keduanya tetap menjalin hubungan yang baik, mesra, dengan seluruh ciptaan Allah, Bukankah Adam dan Eva dekat dengan ternak Allah? Mereka memberi nama kepada sang ternak, suatu indikator kedekatan dengan ternak.

Di saat hubungan mesra dengan babi terjalin baik, disanalah manusia dan ternak babi hidup damai, sehat dan sejahtera. Sebalaiknya disaat manusia serakah terhadap bumi, bumipun benci bahkan mengutuk dan menyerang manusia. Keserakahan manusia terhadap babi, babi pun mengutuk dan menyerang manusia. Bila manusia tidak menghiraukan Firman Tuhan, untuk tetap membawa kabar baik bagi seluruh ciptaan (Mrk 1615) maka ciptaanpun tidak akan memberi damai bagi manusia

Sekali lagi, Di saat manusia tidak peduli dengan babi, mengobjekkan babi menjadi alat mencari keuntungannya semata, menginginkan dagingnya hanya untuk menjadisantapan semata. Disana lah babi akan membenci dan menyerang manusia. Memberikan pakan (makanan) alami yang ramah lingkungan, dengan mengoptimalisasi local resourcess (sumber yang ter sedia) tanpa import pakan dari luar negeri yang ternyata local resourcess mampu memberi akses, sebab bumi Indonesia yang t ercinta ini kaya akan sumber daya alamnya yang lebih sehat, beruntung dan berkelanjutan, menjaga kandang babi tidak lembab dan becek ban bagaikan kubangan, meminimalisasi pakan industri yang tidak bermutu, memberikan faksin yang teratur agar kebal terhadap serangan penyakit, adalah aksi nyata dan bukti bahwa kita peduli babi. Bila ini tetap kita pelihara maka babi babi kitapun akan sehat, dan kebal terhadap serangan apapun dari luar,


Tegasnya kasih sayang kita terhadap ternak babi, babi akan kebal dan tidak akan teserang virus H1N1, terserang flu babi. Babi akan kebal, sehat, lestari dan akan memberikan keuntungan yang wajar bagi manusia pemeliharanya.

Diskusi dan Latihan Ternak Babi Sistem Korea Atasi Flu babi

Seahubungan dengan itu, untuk memberdayakan para peternak babi bergulir dan peternak babi dampingan Pengmas HKBP, Sekitar 50 0rang peternak babi di HKBP Ressort Kota Baru tebing tinggi distrik Tebing tinggi, yang dipimpin oleh Pdt.Adian Pasaribu, pada tanggal 13 April 2000 Pengmas HKBP mengadakan diskusi bagaimana memelihara ternak babi ramah lingkungan. dengan sistem Korea, Membuat kandang dari serbuk gergaji, dengan campuran estrak jus pisang, kangkung dan pepaya dicampur dengan IMO (indegeneous Micro Orgsanisma) yang ditangkap dari bawag pohon bambu. Bagaimana menangai penyakit dan penanganan disaat melahirkan. Bagaimana mengoptimalkan pekarangan menjadi akses makanan bergiji bagi ternak.


Tidak kettinggalan sekitar 10 orang utusan peternak dari HKBP Karasaan Ressort Karasaan berlatih bagaimana mengemas jus pisang, kangkung (andor) dan pepaya serta menangkap IMO dengan sistem kotak di SLP (Sekolah Lapangan Petani) SIRA Tigadolok Jalan Parapat Tigadolok, seusai berlatih para utusan membawa pulang hasillatihannya untuk di praktekkan pada tanggal 8 Mei 2009 di lahan mereka.

Ternak Dan Padi Organik

Sinur Napinahan gabe naniula, memang tanpa ternak, mustahillah pertanian akan survive, untuk itu peran ternak babi sangat dibutuhkan untuk menciptakan pertanian yang organik, bebas kimia pestisida, sehat, beruntung dan berkelanjutan. Untuk itu sekitar 100 orang peternak dan Petani padi seusai minggu, mengadakan diskusi dengan Pengmas HKBP. Bagaimana mememelihara ternak babi ramah lingkungan berkombinasi dengan padi organik, menjadi topik pembahasan pada diskusi di HKBP Muara Mulia yand dipimpin oleh Pdt.. Allah yang kita kenal juga adalah Allah yang memiliki taman (Porlak) namanya Eden. Arti Eden: Sorak sorai, sejahtera, hasonangan. Kita sama sama memiliki porlak dengan Allah, sebenarnya kita boleh sebutkan Allah yang kita kenal Allah teman satu serikat parporlak (petani). Namun bedanya porlak kita terkesan porlak hasusaan, karena kita tidak pernah memperoleh keuntungan maksimal dari apa yang kita olah.


Kombinasi antara ternak dan pertanian kita lihat di Porlak Eden. Bila lahan yang kita oleh bercermin dari Porlak Eden, dimana ternak dan pertanian terkombinasi maka di sana pertanian kita akan lebih mandiri, kompos dan pestisida dari luaran tidak perlu, sebab kotoran ternak tersedia menjadi kompos yang cukup berharga bagi pertanian kita. Persoalan sekarang bagaimana kita mengolah kompos yang baik agara pertanian padi kita sehat, beruntung dan berkelanjutan ?. Untuk itu kembalilah memelihara ternak babi system korea atau system tradisional dengan mengemas makanan bergizi dari sumber daya local yang tersedia.

Seusai memberikan teori bagaimana menanam padi system SRI (System Rice Intensification) dan IPAT-BO, mengolah sawah dengan jarak 30-50 cm, benih diseleksi dengan larutan garam, kemudian direbus dengan suhu 60 derajat celcius selama 5 menit, Praeses distrik Tanah Jawa Pdt.Tendens Simanjuntak, mendorong warga agar menerapkan kedua system ini dilahan petani kita. Menanam padi SRI-IPAT BO, serta memelihara ternak babi system Korea yang ramah lingkungan ini, .

Lebih jauh Praeses Tendens, mengatakan, jangan takut dengan issu flu babi, Penyakit flu babi adalah penyakit luar negeri, yang musimnya dipengaruhi musim es (salju), tempat kita daerah panas, virus sulit berkembang di daerah panas, tandasnya. Kebijakan pemerintah untuk import babi dari luar negeri., mengurangi bea impor hendaknya menjadi pertimbangan, sebab disamping tidak akan menghidupkan dan menggalakkan ekonomi kerakyatan, juga akan lebih mempercepat masuknya virus ke dalam Negeri ini. Untuk itu pengawasan bandara dan karantina hendaknya diperketat. Disamping itu Hendaknya issu flu babi ini, tidak dibesar besarkan dipolitisi menjadi politik ekonomi, demi penghalalan segala cara untuk mem bumi hanguskan tenak babi dari bumi yang kita cintai ini. Memang kewaspadaan semua stake holder teramat diperlukan, tetap memelihara hubungan dan komunikasi yang baik, dan memberi yang terbaik juga bagi bumi dan babi. Demi menguatnya ekonomi kerakyatan, dan demi terciptanya bumi yang baik, demi sorak sorai, sehat sejahtera dan demi kemuliaan nama Tuhan demikian Pengmas HKBP mengakhiri diskusinya.

Disampaikan Oleh : Pdt.Rein Justin Gultom,STh (Direktur Pengmas HKBP)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar