Desember 21, 2010

MENANGKAP IMO (Indegeneous Micro Organisma)

Micro Organisma: Mikroba (binatang binatang kecil pengurai (decomposer), yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Ukuran 0,001 mm. Binatang ini mampu memporses sehingga tanah menjadi subur.
Cara Menangkap IMO:
01. Sediakan bambu beberapa potong
02. Potong sepertiga dan jadikan tutup
03. Masak beras 2 Muk dan setela matang masukkan ke dalam potongan bambu
04. Tutup dan ikat dengan tali
05. Beri lobang kecil (sebesar paku) di kedua sisi
06. kubur di bawah pohon bambu
07. Tunggu hingga 1 minggu, maka IMO tanah masuk ke dalam bambu

November 12, 2010

Menggulung Untung dari Ayam Kampug

Di tengah situasi sulit yang kita hadapi saat ini, Kemiskinan yang tetap tidak terjawab, kian hari kian membengkak. ALam kita terancam diambang kepunahan. Tegakah kita membiarkan ini berlarut?
Biro Pengembangan Masarakat HKBP, kembali mengingatkan demi manusia dan alam, demi soraksorai di bumi ini, Pertanian dan Peternakan Organik, sehat, berkelanjutan dan menguntungkan mestinya digalakkan. Pupuk kimia dan pestisida kimia, ancam kehidupan rakyat dan alam ciptaan TUhan. Sungguh membunuh bumi dan segenap isinya.

Mengimplementasi missi Kristus, Pengmas HKBP di Periode Tahun ini, memberdayakan rakyat untuk kembali kebudaya dan system pertanian nenek moyang kita dulu: "SInur na Pinahan gabe na niula", Beternak ayam sistem fermented floor: yang bisa gulung untung dari ayam kampung

Bahan:

IMO (indegeneus Micro Organisme): ditangkap ditempat tempat/tanah yang subur dengan cara rebus 2 muk beras, masukkan ke dalam kotak, tutup dengans kerta karton, tanam dan biarkan selama 1 minggu akankelihatan jamur warna warni, itulah micro organisma

Kandang: Ukuran 3x4 m, atau 3x8 m
serbuk gergaji: 4 goni
Jerami: 8-10 goni
Pisang/ pepaya busuk atau segar, masing masing 6 kg
garam dan arang secukupnya
Nasi direbus 4 liter.

Caranya:
Potong kecil kecil pisang dan pepaya, dibelender
Imo dicampur dengan gula merah 1 kg dan campur dengan air hangat 2 liter
Gali lantai kandang, masukkan imo dan jus tadi, serta nasi.
kemudian tutup dengan jerami dan serbuk gergaji
masukkan ayam berumur 1 bulan, yakin 2 bulan lagi bisa panen dengan bobo 1-1,2 kg

mau coba?

November 11, 2010

Berbagi Roti bagi Sesama

Usai Rapat BKCU (Badan Koordinasi Credit Union) HKBP yang dilaksanakan 6 Nopember 2010 lalu di Aula Asrama STM HKBP Pematang sianar, Satu dari keputusan yang ada: Membangun komunitas antar sesama, Antar pemodal, pengusaha dan Petani. Ide mengimplementasi apa yang dikatakann Firman TUhan, Yang memiliki banyak tidak berlebih dan yang memiliki sedikit tidak kekurangan sehingga antar keduanya berimbang.

Sehubungan dengan itu Satu dari Keputusan Rapat BKCU yang diikuti ratusan peserta Credit Union se Sumatera, membangun kelembagaan BKCU yang pas. Untuk itu Pengmas HKBP akan mengadakan Rapat bersama, pada hari kamis 19 Nopemeber 2010, pukul 14.00 sampai dengan selesai di Pendopo Elim HKBP Pematang Siantar

Pertemuan ini akan diikuti oleh para simpatisan, pemodal, pengusaha, petani dan pedagang serta kaum rohaniawan.
Semoga Tuhan memberkati pelayanan kita,
syalom
reinjustin

Mei 21, 2009

PETANI....................

Petani Indonesia, Kemana Kakimu Melangkah????

Mei 14, 2009

IMPLEMENTASI EDEN DIBUMI TERCINTA

HKBP Sianipar yang terletak di desa sianipar kecamatan Silaen Kabupaten Tobasamosir memiliki 130 kk, dengan jumlah Parhalado 10 orang. Ressort yang memiliki 6 gereja cabang ini dipimpin oleh Pdt. Togar Parlin Purba, STh.Hampir 100% warga gereja ini tergantung dari kehidupan pertanian, holtikultura, sawah, ternak,dsb. Dari Pertemuan need assesment sementara dan sederhana dan motivasi yang diadakan oleh Pengmas HKBP, diangkat beberapa persoalan yang ditemui dalam kehidupan pertanian warga ini: kekeringan, sulitnya mendapatkan kompos, kemiskinan yang membengkak Akibat harga ongkos produksi yang semakin tinggi sementara hasil produksi yang tidak seberapa, ancaman hama wereng, penyakit kepada tanaman dan penyakit ternak yang sulit berkembang. Pengmas HKBP dipandu oleh Pdt.R.J.Gultom dan srtaff magang Sandro Tindaon dan Lamria Gultom, mengadakan Motivasi kembali ke Pertanian Organik Eden dan Pertanian Organik Sungguh Allah yang kita kenal memiliki taman Eden (Porlak), membaca bahwa Allah menciptakan segala sesuatu, ternak tanaman dsb. Diversifikasi dan heteroculture yang saling mendukungt di Eden inilah yang mengakibatkan Eden kebun (taman) “hasonangan (damai sukacita,soraksorai dan sejahtera). Kehidupan mutualisma yang salingmenguntungkan saling menopang satu ciptaan dengan ciptaan yang lain, itulah yang terjadi di porlak Allah (Eden). Dikala ternak kotoran, kotoran ditangkap oleh tanaman, sisa tanaman diperlukan oleh peternakan, demikian lingkaran kehidupan antara satu ciptaan dan ciptaan lainnya terjadi. Dengan kehidupan yang saling mencukupi, menghidupkan predator (hama alami) yang saling menjadi berkat, sehingga supply(import) luaran benar tidak akan diperlukan. Tuhan telah menugaskan bagi setiap orang untuk memberitakan kabar baik kepada „segala mahluk“ (Mrk 15:16), bukankah kita harus mengimplementasi Eden di bumi tercinta ini, di tanah air beta dan di lahan kita sendiri?

Motivasi dan Diskusi Bersama Warga HKBP Sianipar
Untuk itu Pengmas HKBP kepada 70 warga HKBP Sianipar pada 10 Mei 2009 usai ibadah minggu, diadakan diskusi dan assesment dipandu oleh Pdt.R.J.Gultom, seusai analisis masalah, berbagai pengalaman dilanjutkan dengan penjelasan dan tawaran tentang pemeliharaan ternak babi system korea, yang ramah lingkungan, dan efesiensi waktu dalam pemeliharaan, tidak perlu dimandikan, irit biaya, kandang yang tidak berbau dan makanan yang boleh dikemas dengan optimalisasi sumberedaya lokal yang tersedia, akan dapat meningkatkan ekonomi warga. Juga dilanjutkan dengan disksui bagaimana membuat kompos organik dari sekam padi yang kwalitas (mutu)nya melebihi kcl, kimia yang dibeli dipasaran?. Untuk apa beli dipasaran sementara di tempat kita semuanya bahan tersedia? Pembuatan kompos jerami 1 ton hanya dari 500 kg jerami yang dicampur dengan daun pahitan, daun bambu kering, daun tahi ayam, kotoran ayam dan kerbau, dedak halus dan disiram dengan air secukupnya, kemudian disimpan di dalambingkai papan 2 x 1,8m selama dua bulan setinggi 1 meter, akan dapat menghasilkan pupuk organik 1 ton. Untuk apa beli pupuk dari luaran. Untuk itu „tokka manutung“ (membakar sisa tanaman harus dihentikan), sebab akan membunuh jutaan mikroorganisme yang hidup ditanah yang bertugas membantu menggemburkan tanah, sehingga baik menjadi media tanaman untuk tumbuh.

Pada penghujung dan rencana tindak lanjut yang diserahkan kepada guru huria Sianipar St.K.Sianipar, disepakati mendata dan membangun Organisasi (kelompok) tani yang akan dibentuk dalam waktu dekat ini, mengacu kepada tahun Diakoni HKBP yang menargetkan pembangunan 150 kelompok tani HKBP menyambut jubeleum 150 tahun HKBP.

Kopi Ateng Berbatang Induk Kopi Robusta
Seusai acara Diskusi dan motivasi ini, Pengmas HKBP mengadakan orientasi ke kebun kopi warga yang mulai berhasil mengadakan penyambungan (grafting) atas Kopi Robusta dengan kopi ateng. Dari grafting (penyembungan) Kopi robusta menjadi batang induk nya kopi ateng (sigarar utang) diadakan dengan cara memotong batang induk kopi robusta dan setelah muncul tunas baru kemudian, ujung tunas baru dibelah ditengahnya, kemudian diambil batang pucuk kopi ateng disayat miring dikedua sisi pangkalnya (berbentuk v) kemudian dimasukkan ke dalam batang induk (robusta), dibalut dengan tali pengikat dan untuk sementara waktu deilindungi dan ditutup dengan tali plastik selebar 1 cm atau tali pisang, untuk mengurapi penguapan. Kemudian tutup dengan kantong plastik batang pucuk yang telah disambung sampai kepada batas penyambungan guna menghindari penguapan. Kemudian setelah 3 minggu setelah tunas baru daun mulai tumbuh atau tunas baru muncul, kantong plastik sudah bisa dibuka, kalau boleh disiram sore hari membantu kelembaban batang induk. Setelah tumbuh dan menyatu maka kopi robusta akan berubah menjadi kopi ateng dan panennya lebih cepat 8 bulan, Wah hebat? Mau tau lebih jauh? Silahkan Orientasi ke Desa Sianipar Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir.